Ekonomi liberal adalah teori
ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam
Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi klasik tersebut mempunyai
kaitannya dengan "kebebasan (proses) alami" yang dipahami oleh
sementara tokoh-tokoh ekonomi sebagai ekonomi liberal klasik. Meskipun
demikian, Smith tidak pernah menggunakan penamaan paham tersebut sedangkan
konsep kebijakan dari ekonomi (globalisasi) liberal ialah sistem ekonomi
bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan
bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi
proteksionisme.
Garis berpaham ekonomi liberal
telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi
di masyarakat yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digunakan oleh
negara-negara di benua Eropa dan Amerika Serikat|Amerika. Seperti halnya di
Amerika Serikat, paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism
estabilished.
Negara-negara yang menganut paham
liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil,
Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama,
Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme
juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada,
Kosta Rika, Puerto Riko, dan Suriname.
Ciri Ekonomi Liberal;
·
Semua sumber produksi adalah milik masyarakat
individu.
·
Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki
sumber-sumber produksi.
·
Pemerintah tidak ikut campur tangan secara
langsung dalam kegiatan ekonomi.
·
Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu
golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
·
Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama
dalam mencari keuntungan.
·
Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
·
Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
·
Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan
bermutu tinggi.
Keuntungan
Ada beberapa keuntungan dari
suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:
·
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat
dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu
perintah/komando dari pemerintah.
·
Setiap individu bebas memiliki untuk
sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi
masyarakat dalam perekonomian.
·
Timbul persaingan semangat untuk maju dari
masyarakat.
·
Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi,
karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
·
Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap
tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Kelemahan
Selain ada keuntungan, ada juga
beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi liberal, adalah:
·
Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat
bilamana birokratnya korup.
·
Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin
semakin miskin.
·
Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
·
Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian
karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
·
Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena
persaingan bebas tersebut.
